Featured Post Today
print this page
Latest Post

Menghidupkan Seni Budaya Dalam Pendidikan





Seni budaya lokal dilingkup ruang pendidikan nampaknya tidak setajam tahun 90-an. Era digital membuat klasical pendidikan menurun khususnya dalam mengenal dan menyelami seni budaya Jawa "Ketoprak". Pada tahun 90-an masih banyak guru yang peduli dan mampu mengembangkan berbagai seni budaya lokal dalam pendidikan. Beda masa beda budaya mungkin itulah degradasi budaya lokal yang terjadi saat ini. Sekarang ini langka atau banyak guru - guru muda yang

kurang peduli dan kurang mampu dalam mengapresiasikan budaya lokal kedalam metode pendidikan secara aktif. Semua ini sebenarnya adalah dilema pendidikan yang perlu kita semangati dan gali ulang untuk tetap melestarikan budaya asli bangsa Indonesia sebagai salah satu keragaman dan kekayaan budaya.
By: Mekarsari
Untuk itu dijajaran UPT Pendidikan Wilayah I Kecamatan Ngraho khususnya gugus VI, para dewan guru berusaha menanamkan pada anak didik untuk mencintai budaya lokal. Dalam usaha ini para guru mengenalkan seni budaya ketoprak pada para anak didik dan berkalaborasi antar SD se-gugus VI. Puncaknya acara wisuda kelas VI se-gugus VI kemarin pada hari Selasa, 18 Juni 2019 para guru dan siswa gugus VI menampilkan pagelaran Ketoprak dengan Tema "Candi Roro Jonggrang". Dalam kesempatan ini tim kreatif menampilan dua generasi, yang pertama ketoprak versi siswa tampil dalam model lipsync selanjutnya kedua ketoprak kalaborasi guru dan siswa dalam atraksi aktif. Dengan tujuan menghidupakan seni budaya Jawa "uri - uri budoyo" begitulah inti dari tujuan pendidikan budaya.
Dipimpin oleh Bapak Sujali, S.Pd selaku kepala SDN Sugihwaras I dan didukung oleh seluruh element,
ketoprak  ini sukses ditampilkan dengan segala keterbatasan biaya dan kondisi area. Luar biasa meriah,
masyarakat umumpun ikut menikmati pagelaran seni budaya ini. Ditambah lagi musik tradisional
gamelan yang dimainkan oleh para siswanya sebagai musik pengiring acara. Jadi para pemain musik
yang biasa disebut "panjak" ini pun berlatih layaknya pemain profesional, karena harus senada antara
gerak lagu dan musik. Dengan berlatih berbulan - bulan, guru dan siswa ini berusaha menampilkan
yang terbaik. Tentu saja hal ini sangat berkesan dan meninggalkan benih indah dijiwa anak - anak.
Sebagai modal pengalaman anak untuk cinta  pada budaya bangsa salah satu cara pengembangan
pendidikan budaya, juga sebagai apresiasi terhadap budaya lokal.  

0 komentar

DAK (DANA ALOKASI KHUSUS) PENDIDIKAN TAHUN 2018 TETAP DISALURKAN



Bojonegoro, Pagi ini (28/05) bertempat diruang kerja Sekretaris Daerah telah diadakan rapat pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Taahun 2018, yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten I, asisiten 2, BPKAD, Dinas Kominfo, BPMD, Humas dan Protokol serta skpd terkait laiinnya.


Foto By Djoko Suharmanto
Kabag Humas dan Protokol Kab. Bojonegoro, Heru Sugiharto, seusai rapat diruang kerjanya menjelaskan, bahwa Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan yang diperuntukan bagi siswa-siswi SLTA sederajat tetap dilanjutkan , disalurkan, dan dialokasikan pada APBD Kab. Bojonegoro Tahun 2018 ini. Selanjutnya dari 28 Kecamatan, 6 (enam) kecamatan telah disalurkan ke rekening kas desa masing-masing yaitu kecamatan Ngasem, Purwosari,
Bubulan, Gondang, Kedewan dan Ngambon,  14 Kecamatan masih dalam proses di BPKAD dan 8 Kecamatan belum mengajukan proposal pencairan ke BPMD bojonegoro.

Kemudian Heru Sugiharto, menambahkan bahwa DAK pendidikan yang telah masuk rekening kas desa dihimbau agar segera mendistribusikan kepada siswa penerima dengan berkoordinasi BPR Bojonegoro, selanjutnya bagi desa yang belum mengajukan proposal pencairan agar segera mengajukan proposal pengajuan dana ke BPMD melalui kecamatan masing-masing, dikarenakan sebentar lagi kita telah memasuki ajaran baru bagi siswa kelas X dan XI, sedangkan bagi siswa kelas XII telah lulus sekolah.


Djoko Suharmanto
0 komentar

Senam Gemar Makan Ikan (GEMARI)

Dalam rangkan menyamakan perbedaan dipendidikan prasekolah, maka dalam rangka lomba antar gugus Paud insan peduli pendidikan kreatif mengadakan lomba senam antar guru Paud. Senam ini dilaksanakan dipendopo kecamatan Ngraho. Adapun pesertanya adalah gugus Paud 1 hingga gugus 4 dimana tiap gugus terdiri dari 2 kelompok dan ditambah dengan gugus IGRA. Dalam rangka tasyakuran kemerdekaan Indonesia PKG Paud Kecamatan Ngraho menggelar senam untuk menyamakan perbedaan ragam jenis senam.
    Dulunya tiap lembaga melakukan pendidikan senam untuk para peserta didiknya berbeda tema sesuai dengan kondisi dan kemampuan guru menghafal senam mana yang paling dimampu. Mengingat banyaknya kretifitas jenis senam maka pihak PKG berinisiatif mengadakan lomba senam guna menyeragamkan senam dilembaga Paud.    Adapun jenis senam yang dipilih adalah senam gemari (gemar makan ikan). 
Dengan adanya senam ini semua guru mampu mengusai sehingga tidak ragu untuk diajarkan kepada para peserta didiknya. Senam ini dirasa cukup seru dan asyik untuk mendidik anak - anak secara kognitif dan imajinatif.

0 komentar

PKG PAUD OUTBOND

"Dari semangat bunda kita tularkan ke anak didik", inilah kalimat pembukaan semangat yang diberikan oleh bapak PLS Ngraho dalam memotivasi bunda-bunda PAUD yang dengan kuat dan cerianya mengikuti kegiatan outbond dihalaman kecamatan Ngraho. kegiatan outbond yang dilakukan oleh PKG Putra Pertiwi kecamatan Ngraho ini dibuka oleh perwakilan bapak camat Ngraho. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta bunda-bunda dibawah teriknya panas siang itu ( Rabu, 26-10-2016).
    kegiatan ini dinarasumberi oleh seluruh PLS wilker barat. Bapak-bapak Penilik Luar Sekolah (PLS) ini memberikan materi permainan silih berganti, sehingga teriknya panas itu tidak terasa karena terganti oleh berbagai keceriaan yang terjadi dihalaman kecamatan Ngraho.
    "Sungguh pengalaman yang sangat indah bagiku karena selama aku sekolah belum pernah diajak bermain seperti ini oleh guru terdahulu", ujar Bu Munirah (50 Th) guru TK Putra Pertiwi Desa Sumberagung. Dengan usia yang terbilang tidak lagi muda beliau semangat dan ceria mengikuti setiap intruksi dari narasumber.
    Lagi, PKG Putra Pertiwi Ngraho ini membuktikan kebersamaan itu indah, perbedaan sudut pandang maupun visi misi tidak akan menjadi penghalang kita untuk tetep bergandeng tangan dan memberikan tauladan yang baik untuk generasi kedepan. Hakikatnya NKRI adalah harga mati, dan kita jaga bumi pertiwi tanpa harus saling membenci. Pendidikan karakter yang kita tanam hari ini akan membangun bangsa di masa 20 atau bahkan 50 tahun kedepan. Kitalah yang mencetaknya, mari tunjukkan bahwa kejujuran dan kebersamaan adalah utama dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia


By : Mekarsari
0 komentar

PKG PUTRA PERTIWI ADAKAN PELATIHAN KURIKULUM 2013

Para pendidik dan tenaga kependidikan dijajaran dasar PAUD yang terdiri dari taman kanak - kanak, kelompok bermain dan satuan Paud sejenis dikecamatan Ngraho pada tanggal 23 s/d 25 Agustus berhasil mengadakan diklat Implementasi kurikulum 2013 sebagai tindak lanjut dari diklat yang diakan oleh dinas Kabupaten.

    Diklat ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri dari seluruh guru PAUD. Diklat ini dilakukan selama tiga hari berturut - turut. Adapun tutor pada hari pertama adalah dari pihak PKG yaitu ibu ketua PKG Hamirul Masfiandiari, S.Pd, pada hari kedua bendahara PKG ibu Supatmi, S.Pd dan bapak Mukhlisin selaku kabid PNFI, dan pada hari terakhir dari pihak PKG Kabupaten yaitu Bu Sanik dan rekannya.
   
    Adapun hasil yang diharapakan dari pelatihan ini adalah para peserta mamapu mandiri dan aktif dalam membuat administrasi pembelajaran seperti RPPH, RPPM, RPPS dan Prota. Selain itu juga diharapakan agar para pendidik mampu berkembang secara manajerial atau tata kelola lembaga.
   
    Bergabungnya para insan pendidik usia prasekolah ini membuktikan bahwa pendidikan formal yang dinaungi TK dan non formal yang di naungi KB dan PP ini menjaga silahturahmi kebersamaan yang kompetitif dalam pendidikan, sehingga isu kontra tentang TK, KB dan PP bisa ditanggulangi bahwasanya kami dapat bersatu untuk menciptakan generasi yang sehat cerdas dan ceria.


By: Mekarsari
0 komentar

Festifal Campursari vs Stand Public

Stand Akik Gugus VI Desa Luwihaji
       KIM Kapuk Mekar- Festifal campursari ini pertama kali nya diadakan dikecamatan Ngraho yang persisinya dilapangan kecamatan. Dalam rangka memperebutkan piala Bupati Bojonegoro, campursari idol's tahun 2015 diselenggarakan didesa Kalirejo kecamatan Ngraho. Segenap panitia dan penonoton festifal sangat terharu dengan penampilan para peserta yang selayakanya seperti bintang di televisi.
Stand Kesehatan
Panitia pendaftaran dibagi dalam empat bagian. Pertama Bapak Giman, kedua Bapak Eko Cahyono, ketiga Ibu Eka Puspitasari dan keempat sebagai sekertariat adalah Kantor Kecamatan Ngraho. Biaya pendaftaran tergolong murah bagi peserta yaitu Rp. 20.000,00,- . Dengan persyaratan pendaftaran menyertakan fotocopy KTP/KK, adapun usia peserta tidak dibatasi.
Pelaksanaan festifal ini sangat meriah ditambah dengan adanya stand layanan public yang dihadiri oleh bapak Bupati Bojonegoro. Keberadaan stand-stand ini dianggap masyarakat sangatlah membantu kemudahan masyarakat dalam layanan umum, seperti memperpanjan SIM, membuat KK, Cek kesehatan, pengetahuan sistem informasi, layanan bank, kerajinan PNPM dan banyak stand-stand lainnya.
Acara yang diadakan tanggal 19 Mei hingga 20 Mei dari jam 14.00 sampai jam 20.00 WIB tersebut memberi warna tersendiri ditahun ini. Pada malam pertama 19 Mei 2015 sangat ramai, namun pada malam kedua 20 Mei 2015 sangat disayangkan karena banyak stand yang tutup lebih awal.
Batu Akik Luwihaji
Dari sekian banyak stand yang andil dalam layanan public, stand dinas pendidikanlah yang paling ramai. Pasalnya stand ini dimeriahkan oleh gugus VI dengan produk andalannya batu akik dari desa Luwihaji. Stand ini lebih dikenal dengan stand akik. Banyak keuntungan yang diraup para pengisi stand akik ini. Contohnya Bapak Sugianto dari SDN Sumberarum III yang turut andil dalam stand akik. Beliau mengaku dalam malam 19 Mei 2015 sangatlah menguntungkan baginya karena dalam malam tersebut jutaan rupiah dapat ia raih.
0 komentar

Perbincangan antar KIM diwilker tiga

       
Kim Kapuk Mekar, Ngambon 13 Mei 2015
Dalam rangka turut serta dalam pembinaan wilker 3 yang tepatnya dikecamatan Ngambon. Pada saat itu kecamatan Ngraho diwakili oleh KIM Sumberagung yang menyuguhkan produk pribuminya yaitu ukir kayu dari akar jati. Cukup menarik perpincangan  saat itu yang diisi oleh pihak Dinas Kominfo dan media center.
Perbincangan semakin asyik saat mas Kohar menceritakan pengalaman serunya bekerja di ANTV dan di B-One. ternyata untuk menjadi warga didunia informasi tidaklah terlalu sulit yang penting ada minat untuk menyuguhkan berita, ujar mas Kohar dalam perbincangan saat itu. Mas Kohar sendiri menceritakan pengalaman dan kesulitannya dalam mengirim berita. Salah satu kesulitannya adalah pada signal internet. Pasalnya rumah baru yang ditempatinya berada didaerah sepi penduduk yang terletak dipersawahan, sambung mas Kohar. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dia untuk berkerja dan berkarya.
Semangat inilah yang memotivasi Kim Kapuk mekar dan Kim Sumberagung untuk berkarya didunia bloger. Semangat ini bisa dijadikan contoh positif bahwa niat dan kemauan adalah modal utama untuk maju. Tak ada kata "tidak" yang penting selalu positif thinking untuk membuat sebuah berita yang bermanfaat bagi masyarakat. Perbincangan siang  itu (Rabu, 13 Mei 2015).
0 komentar

Kecamatan Ngraho rayakan hardiknas dengan jalan sehat bersama


     
Keceriaan Jalan Sehat Hardiknas
Dalam rangka memperingati Hardiknas 2 Mei 2015 jajaran Dinas Pendidikan Tingkat SD/MI, TK, tenaga pendidikan dan kependidikan sekecamatan Ngraho mengadakan jalan sehat. Peringtan jalan sehat ini merupakan hajat setiap insan khususnya dunia pendidikan, namun pada saat ini pelaksananya adalah Ikatan Guru Olahraga (IGOR). Pelaksanaan jalan sehat hardiknas diadakan pada tanggal 09 Mei 2015.

Jalan sehat ini menggunakan sistem karcis undian seharga Rp. 2.500 per lembarnya. Hadiah utama adalah sepeda gunung yang saat itu diperoleh siswa TK Sumberagung V Kecamatan  Ngraho. Pelaksanaan yang cukup meriah dengan hiburan band dari siswa/siswi SDN Kalirejo I. Jalan sehat ini mulai start dari SDN Ngraho di desa Ngraho melewati desa Mojorejo, desa Sumberagung hingga kembali finish di SDN Ngraho. Kurang lebih berjarak tempuh perjalanan 5 KM.

Kegiatan ini mendapat aprisiasi positif dari bapak Kepala UPTD Pendidikan kecamatan Ngraho. Bapak Sukarjo, M.Pd selaku Ka UPTD mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat termasuk dari kapolsek Ngraho yang turut andil dalam keamanan dan kelancaran acara ini. Khususnya terimakasih tak terhingga kepada IGOR selaku pelaksana kegiatan yang telah menyumbakan segala tenaga moril dan materiil demi kesuksesnya peringatan Hardiknas tersebut.

0 komentar

Upacara Hardiknas Kecamatan Ngraho

KIM Kapuk Mekar-Hari pendidikan nasional tahun ini tampak  berbeda dengan tahun - tahun sebelumnya. Pada tahun terdahulu setiap tanggal 2 Mei pasti diadakan peringatan upacara hari pendidikan nasional . Namun pada tahun 2015 ini tampak berbeda di tanggal 2 Mei yang jatuh pada hari sabtu, dimana semua pegawai libur atau pun masuk setengah hari. Kemudian dilanjut minggu, sehingga upacara peringatan Hardiknas diadakan pada hari Senin, 4 Mei 2015. Ujar Pak Srihono selaku panitia upacara saat itu kepada kami (red. kimkampukmekar).
Upacara yang ikuti oleh seluruh kepala sekolah dijajaran kecamatan Ngraho, baik tingkat SD/MI/SDLB, SLPT sederajat, SLTA sederajat, 2 pleton perwakilan guru, 4 perwakilan siswa dan dimeriahkan oleh drum band siswa/siswi SDN Kalirejo 1 yang dibina oleh Bapak Aris Wahyudi selaki guru pembimbing anak-anak SDN Kalirejo 1.
Untuk menunjukkan kesayukkan atau kerukunan dan kebersamaan diantara jenjang pendidikan, panitia upacara Hardiknas menunjuk pemimpin upacara dari SMK N 1 Ngraho, Protokoler dari UPTD Pendidikan Kecamatan Ngraho, regu koor dari siswa siswi MAN 1 Ngraho dan doa dari Kantor Urusan Agama (KUA) yang dipandu oleh bapak Miran.
Upacara ini terasa khidmat dan berkesan dihalaman kecamatan Ngraho, terlebih saat bapak camat selaku pembina upacara membacakan teks upacara dari menteri pendidikan Nasional. Salah satu isi dari pesan bapak camat adalah agar dunia pendidikan ini semakin baik dari segala segi khususnya dari  IQ, EQ maupun SQ. 

0 komentar

Saat Panen Tiba....

KIM Kapuk Mekar- Musim panen telah tiba, warga desa Tapelan menyambutnya dengan suka cita. " Alhamdulilah hasil panen musim ini melimpah baik" ungkap Sumirah salah satu warga tani di Desa Tapelan. Panen musim ini secara bibit memang memuaskan namun hasil jual dari panen yang dianggap standar, tidak terlalu tinggi dianggap kurang balance harga pupuk dan harga jual padi saat panen. 
Selain merasa kurang imbang harga padi, warga juga merasa sedih bilamana saat musim panen warga kesusahan mencari tukang pengambil padi. zaman dahulu para lelaki dari warga desa banyak yang membuat kelompok taniengambil padi. Tiap rombongan dari kelompok ini terdiri dari empat, lima, enam atau berapa pun tergantung kelompok masing-masing. 
Namun kini, kelompok-kelompok tersebut mulai menyusut jumlahnya. Ini diperkirakan saat omongan kosong dengan beberapa warga, mereka berasumsi menyusutnya jumlah kelompok ini dikarenakan banyak warga yang dahulunya pemotong padi kini beralih kerja memilih jadi tukang kuli pasir. Lasiran mengaku penghasilannya sebagai kuli pasir dianggap lebih mumpuni bila tambang pasir ramai dengan kedatangan truk-truk pengangkut pasir.
Dengan gambaran situasi ini jelas banyak warga lebih memilih jadi tukang tambang pasir karena dalam sehari saja mampu mengahasilkan seratus ribu bahkan lebih. Hal ini dirasa gampang-gampang susah bagi yang memiliki sawah luas. Pasalnya bila musim panen mencari tukang pemotong padi lumayan sulit dan harga tawar pemotong pun selalu naik. Kini dalam tiap kwintalnya mereka mentarget empat puluh ribu. Dulunya berkisar dua puluh lima hingga tiga puluh lima ribu per kwintalnya.
Kenyataan ini berlanjut hingga saat ini, namun dengan hati lapang hal ini dianggap tidak terlalu beban. Walau terkadang memang sulit dengan berjalannya waktu padi pun juga habis terpangkas. Panen menuai berkah, panen berbuah indah. Itulah harapan kejayaan dan kemakmuran desa Tapelan. Semoga Tuhan senantiasa melindungi segenap warga desa dan seluruh jajaran lapisan masyarakat desa. Aamiin.

2 komentar

Dasa Wisma di Desa Tapelan bersama KIM

Ibu Wabup MenyerahkanBantuan
Pembinaan Dawis Tapelan
KIM Kapuk Mekar-  Lama tidak update kini hadir dengan beberapa berita yang telah usai. Namun untuk mengobati kerinduan dari para pembaca berita tentang desa Tapelan KIM Kapuk Mekar menghadirkan beberapa sajian kabar yang telah dilalui. Kesibukan dari setiap anggota personilnya menyebabkan KIM Kapuk Mekar sempat tertidur beberapa waktu terakhir ini. Kali ini KIM Kapuk Mekar hadir dengan berita Kunjungan Ibu Bupati Bojonegoro didesa kami dalam rangka Pembinaan Buku Inovasi Dasa Wisma Tahun 2014.
Dalam rangka kunjungannya pada tanggal 25 September 2014 didesa Tapelan Ibu Bupati tidak dapat hadir secara langsung karena pada tanggal yang bersamaan ada acara di Malo , Kata Ibu Asminarti Setyo Hartono-Wakil Bupati selaku perwakilan kunjungan pada hari itu.
Hari itu balai desa Tapelan tampak ramai dengan beberapa aktifitas Dasa Wisma. Kali ini kunjungan pembinaan didampingi oleh beberapa anggota Dawis Tingkat Kabupaten. Dalam kesempatan ini Ibu Wabup menyerahkan beberapa bantuan untuk Ketua TP.PKK Desa Tapelan, Sekretaris TP.PKK Desa Tapelan, Bendahara TP.PKK Desa Tapelan, 10 Lansia dan 10 Balita.
Mbok Kanten merasa terharu dan bahagia dengan santuanya diserahkan oleh  IbuAminarti Setyo Hartono. Bantuan berupa sembako yang diserahkan langsung oleh Ibu Wabup itu mampu membuat hati mbok kanten sebagai lansia yang kurang mampu didesa Tapelan ini bangga dengan pemerintahan di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya keramahan yang terjadi hari itu antara masyarakat dan Ibu Serto Hartono  sangatlah  merakyat.
Dalam sambutannya Ibu Wabup berpesan pada warga agar senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan, terutama dalam hal BAB. Karena kesejarteraan dan  kemakmuran rakyat itu berawal dari masyarakat  yang sehat secara jasmani dan rohani. Setelah terjadi beberapa percakapan sederhana ternyata masih dijumpai beberapa warga belum memiliki MCK yang memadai. Hal tersebut diatas khususnya masalah MCK menjadi PR baru bagi bapak kepala desa Tapelan  yang baru dilantik beberapa bulan lalu beserta masyarakat bertanggung jawab penuh menyelesaikan masalah ini.

0 komentar

PKK Tapelan Raih Kemenangan 1 dan 3

Foto By Mekarsari
  Keceriaan Agustus nampak sudah ditiap-tiap insan. Terbukti dengan adanya beberapa keramaian yang diadakan para panitia. Termasuk ibu-ibu PKK desa Tapelan yang turut aktif memeriahkan semarak kemerdekaan 17 Agustus. Kemarin (Senin, 11 Agustus 2014)  ibu-ibu PKK desa Tapelan mengikuti lomba Master Of Ceremony ( MC ) dan paduan suara mars PKK dan lagu Kang Yoto (Bojonegoro Matoh).
   Sedangkan  untuk lomba MC diwakili oleh Kasminah, S.Kom. Wanita ini tidak menyangka kalau dia bakal lolos sebagai juara satu. Pasalnya, dia ditunjuk untuk mewakili sebagai peserta selang sehari sebelum hari H. Persiap dadakan dan bahan sekedarnya dia berusaha semaksimal mungkin menampilkan yang terbaik. Niatnya  saat itu “yang penting turut aktif partisipasi mengisi kemerdekaan aja mbak, menang nomor sekian yang penting tampilkan yang paling terbaik dari diri kita untuk Indonisia. Begitu sederhana saja ungkap nya kepada kami (Tim KIM Kapuk Mekar).
  Lomba yang diadakan  ditingkat kecamatan ini memang sudah menjadi rutinan tahunan. Semangat ibu-ibu PKK desa Tapelan patut diacungi jempol. Pasalnya, info yang didapat tentang jadwal lomba termasuk mendadak. Mereka hanya sempat latihan selama  tiga hari. Sehingga dimalam hari H mereka lembur latihan hingga sampai jam 23.00 WIB. Latihan dalam lomba paduan suara yang diikuti oleh 16 ibu-ibu wakil dari berbagai  Pokja ini dipandu oleh Ibu Lilik Setyowati, S.Pd  dan Ibu Wartik Suwarsih, A.Md.Keb yang  merupakan  panitia koordinasi Tapelan.  Perjuangan semangat  ibu-ibu ini patut dicontoh, dengan latihan  keras mereka akhirnya dinyatakan lolos sebagai  juara tiga tingkat kecamatan.
     Ternyata kesederhanaan itu membuahkan hasil yang maksimal, dengan dia nyatakan  lolos sebagai juara satu tingkat kecamatan Ngraho. Yang nantinya juara pemenang dari lomba MC akan  tampil sebagai protokoler dalam  upacara kemerdekaan  kemerdekaan RI yang ke 69.
    “Kemenangan ini bukan untuk  kami tapi untuk hadiah kepala desa baru kami dan juga seluruh warga Tapelan”,  ungkap salah seorang peserta paduan suara saat itu. Dengan niat tulus ikhlas yakin percaya diri dan latihan yang keras untuk kekompakkan  adalah  kuncinya.  Semoga kemenang ini tidak membuat kita menjadi sombong dan malas untuk selalu belajar, tetapi semoga kemenangan ini  bisa dipertahankan dan ditingkatkan untuk tahun-tahun  berikutnya. (KIM Kapuk Mekar)

By: Mekarsari
0 komentar

Arti Agustus Bagi Anak

Foto By Mudjiono
       Keramaian 17 Agustus 2014 yang bisa dibilang  adalah senyum seleuruh bangsa Indonesia bisa dilihat ditiap-tiap sudut desa. Nampaknya anak-anak PAUD tidak mau kalah dengan  ibunda-ibundanya. Ini terlihat dalam  lomba PAUD ditingkat kecamatan. Setiap lembaga pendidikan PAUD, baik formal maupun non formal  mengirimkan  perwakilan untuk partisipasi dalam  lomba menggambar, mewarnai dan lomba kelereng yang diadakan oleh panitia 17 Agustus Kecamatan Ngraho.
Foto By Mudjiono
       Sekitar 225 siswa pagi kemaren (Rabu, 13 Agustus 2014) menghiasi keramaian di pendopo kecamatan  dan  lapangan Ngraho. Panitia kecamatan saat  itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu panita mewarnai dan panitia dilapangan untuk lomba memasukan kelereng. Karena untuk memepersingkat  waktu  jadwal lomba pun dilakukan dihari dan jam yang sama. Untuk lomba mewarnai tingka PosPAUD diadakan di pendopo kecamatan mulai dari jam 08.00 WIB. Untuk lomba menggambar juga diadakan dipendopo kecamatan. Peserta lomba menggambar ini adalah Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Roudhotul Anfal ( RA ) sekecamatan Ngraho.
        Lomba untuk anak-anak tingkat PAUD ini bersamaan dengan lomba olah raga Kasti tingkat Sekolah Dasar (SD). lomba kasti diadakan juga dilapangan yang sama. Pagi itu lapangan nampak penuh dengan tawa anak-anak/ Final dan pengumuman pemenang dilakukan  hari itu juga. Penyerahan hadiah lomba bagi para pemenang rencananya akan dilaksanakan pada saat resepsi HUT RI ke 69 yang direncanakan akan diselenggarakan pada 17 Agustus malam 18.
      Canda tawa ceria anak-anak nampak dari semyum  lepas mereka. Mengkin mereka kurang mengerti arti kemerdekaan. Yang merka tahu inilah  Agustusan. Dimana bendera merah putih dikibarkan ditiap-tiap depan rumah warga. Bulan dimana berbagai tempat mengadakan perlombaan. Ajang kebersamaan untuk saling adu kompetisi dan partisipasi dalam berbagai moment. Inilah keceriaan Agustus. Inilah kemerdekaan anak-anak.
Kasminah

0 komentar

Kompak diakhir Ramadhan, KIM, PKBM dan Pamong Desa Tapelan Buber

Foto By Mekar
KIM Kapuk Mekar- yang lagi trend dibulan ini adalah kegiatan buka bersama. Salah satu komunitas yang mengadakan kegiatan buka bersama adalah  Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Makmur Ngraho dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM Kapuk Mekar) Tapelan Ngraho. Kegiatan bersama ini dilakukan untuk menjalin keakraban antara KIM dan PKBM. Kegiatan yang diadakan pada hari rabu kemaren tampak ramai dan meriah karena hampir semua undangan hadir.

Pada dasarnya anggota dari KIM Kapuk Mekar Tapelan adalah salah satu personil dari tutor Paket B (setara SLTP), untuk itu ketika kegiatan buka bersama ini digelar di Tapelan maka Kasminah dengan senang hati sebagai tuan rumah menyambut para hadirin. Sekalian untuk mensosialisikan tentang keberadaan KIM di Tapelan  kepada para anggota PKBM.

Kegiatan bersama itupun dihadiri oleh PLS kecamatan Ngraho yaitu bapak Sarijan, S.Pd dan bapak Hari Gunawan S.Pd. Untuk tuan rumah desa yaitu bapak kepala desa Tapelan (Edy Wahyudi) berhalangan hadir karena ada kepentingan lain.  Bapak Kades ini diwakili oleh kaur keuangan yaitu bapak Edi Suranto. Adapun undangan lain adalah dari jajaran dinas pendidikan UPTD Pendidikan kecamatan Ngraho. Jadi bisa kita bayangankan betapa tampak kebersamaan Ramadhan penuh berkah dengan sederhanaan ini. 

Kegiatan buka bersama diawali dengan sambutan dari bapak Sarijan, S.Pd yang menyampaikan rasa terimakasihnya atas sambutan dari keluarga besar PKBM Makmur di Tapelan. Jam menunjukan waktu berbuka bapak Sarijan mengakhiri sambutannya dan mempersilahkan kepada bapak Sutikno untuk memimpin do’a beka bersama. 

Setelah beberapa saat makan pembuka mereka lakukan bersama, kegiatan religi selanjutnya adalah shalat magrib berjamaah. Para wanita shalat magrib dilakukan jama’ah dirumah Kasminah. Namun karena kesederhanaan keluarga Kasminah, jamaah ini pun tidak muat maka sebagian jamaah lelaki melakukan shalat magrib dimushola Al-Muslimin, yaitu mushola terdeket dari rumah tutor paket B desa Tapelan itu.
By Mekarsari

0 komentar

CB berbagi dipondok pesantren



KIM Kapuk Mekar-Ramadhan hampir usai, tapi semangat para reader klup CB ini terus berlanjut. Sabtu (19 Juli 2014) para pemuda CB ini mengadakan buka bersama dengan berbagi takjil di pesantren-pesantren yang ada dikecamatan Ngraho. Salah satunya adalah dipondok pesantren Mamba’ul Ulum desa Tanggungan Kecamatan Ngraho.



Kegiatan sosial ini  sudah yang kesekian kalinya dilakukan oleh para remaja motor CB. Di ponpes Mamba’ul ulum ini terdapat beberapa santri yatim, yatim piatu dan dhuafa. Belajar agama disini  digratiskan oleh pengurusnya yaitu abah Rifa’i. Untuk itu klub CB sadar sosial dengan kondisi seperti itu mereka berlatih berbagi rasa dengan santri-santri Mamba’ul Ulum.

Kegiatan sosial CB ini berlangsung juga di ponpes yang ada didesa Sumberagung Kecamatan Ngraho. Para anggota klup ini terbagi menjadi dua, untuk meratakan kebersamaan sosial ini. Mereka berharap kegiatan ini menjadi inspirasi positif tentang adanya klup-klup seperti CB. Ternyata kebanggaan kita terhadap sadar diri para remaja ini perlu diacungi jempol. Dibalik penuhnya kemelut jiwa remaja mereka masih sempat berfikir dan mengkoordinir teman-teman untuk saling berbagi dengan sesama.

kegiatan buka bersama ini dihadiri beberapa santri undangan dari pondok pesantren. santri-santri undangan tersebut adalah para santri jum'at. Pesertanya yaitu sebuah kelompok belajar dari para remaja guru Sekolah Dasar dikecamatan Ngraho. mereka mengaku senang dan bangga serta turut mendukung kegiatan para CB ini. santri-santri Jum'at ini ternyata juga memiliki hobi tuoring walaupun mereka tidak tergabung dalam sebuah klup apapun. kegiatan bermotor seperti yang menjadi hobi  salah seorang santri  ini merupakan hobi sampingan untuk sekedar refreshing dengan dunia luar.


By Mekarsari
0 komentar

Malam Nuzulul Qur'an Di Masjid Al-Hidayah

Foto By Wiwin
Dalam rangka menyambut Nuzulul Qur’an , tadi malam (Senin, 14 Juli 2014), seluruh warga desa Tapelan mengadakan tadarusan berjamaah di masjid Al-Hidayah. Setelah selesai sholat tarawih para jamaah menunggu jamaah lain dari mushola-mushola setempat. Para jamaah laki-laki dan perempuan berkumpul di masjid yang daru 70 persen jadi.

Para jamaah perempuan membawa jajanan untuk dibagi-bagi. Diakhir tadarusan mereka melakukan do’a bersama untuk keselamatan dunia akhirat. Do’a yang dipimpin oleh bapak kyai Wagiman ini diakhiri dengan buka tumpeng. Acara malam itu pun selesai jam 22.30 WIB.

Nuzulul Qur’an adalah malam pertama turunnya Al-Qur’an dibulan Romadhon. Warga Tapelan menyambutnya dengan suka cita. Para jamaah antusias dengan acara bersama serempak satu tempat ini. Biasa pada tahun-tahun dalu sebelum ada masjid di Tapelan pinggiran, warga desa mengadakan acara-acara religi dalam rangka menyambut hari-hari besar agama dimushola-mushola tersendiri.

Kini dengan hadirnya Al-Hidayah tampak kebersamaan itu lebih indah. Setelah ramai pilgub, pilkades, pileg dan pilpres kini mereka disatukan oleh Ramadhon dalam 17 Romadhon yaitu Nuzulul Qur’an.
(Mekarsari)

Foto By Wiwin              

















0 komentar

Rekap PPK Kec. Ngraho, Satu Desa Prabowo Selisih Tiga Suara


Foto By Mujiono

Hari ini (minggu, 13 Juli 2014)  Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ngraho melaksanakan tahapan rekapitulasi ditingkat kecamatan. Adapun undangannya adalah 16 desa yang tersebar diwilayah Ngraho. Pada rapat rekapitulasi itu dihadiri pula oleh Muspika Kecamatan Ngraho dan Panwascam. Rapat yang berlangsung pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB tersebut menghasilkan titik rekap pada perolehan suara pilpres 2014.

Hasil dari rekap yang rencananya akan dikirim ke KPU Kabupaten Bojonegoro pada hari itu juga. Dengan pengawalan ketat dari kepolosian Resort Ngraho tim PPK berangkat ke KPU Kabupaten Bojonegoro. Adapun  Hasil rekapitulasi PPK kecamatan Ngraho adalah sebagai berikut :

No
NAMA CALON
Desa Luwihaji
Desa Sugihwaras
Desa Mojorejo
Desa Sumberagung
Desa Ngraho
Desa Blimbinggede
Desa Jumok
Desa Nganti
Desa Pandan
1
Prabowo-Hatta
617
636
605
714
407
349
902
1.685
407
2
Jokowi-JK
790
633
871
769
565
589
1.114
2.122
690
Jumlah
1.407
1.269
1.476
1.483
972
938
2.016
3.807
1.097

No
NAMA CALON
Desa  Tanggungan
Desa Kalirejo
Desa Tapelan
Desa Sumberarum
Desa Payaman
Desa Bancer
Desa Klempun
Jumlah Total
1
Prabowo-Hatta
808
647
408
807
580
617
312
10.501
2
Jokowi-JK
894
1.238
1.046
1.040
754
736
595
14.443
Jumlah
1.702
1.885
1.454
1.847
1.334
1.353
904
24.944


Dari 16 desa dikecamatan Ngraho, lima belas desa diantaranya dimenangkan oleh pasang nomor urut dua yaitu Jokowi-JK. Sedangka pasangan dengan nomor urut satu (Prabowo-Hatta) dimenangkan di satu desa yaitu Desa Sugihwaras. Kemenangan Prabowo-Hatta didesa Sugihwaras ini ungul tipis. Kemenangan dengan suara 636 vs 633, perbedaan tiga suara ini membuat Prabowo unggul didesa tersebut.

By: Mekarsari
0 komentar
 
Support : Creating Website | KIM Kapuk Mekar | RTIK Bojonegoro
Copyright © 2011. KIM KAPUK MEKAR - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Blogger Bojonegoro
Proudly powered by Blogger